KASUS DISLIPIDEMIA

Tn. Ag berusia 40 tahun dengan BB 85 kg dan TB 175 cm merupakan seorang programmer yang bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Karena pekerjaannya, waktu Tn. Ag banyak dihabiskan di depan komputer. Namun, setiap 6 bulan sekali perusahaan Tn. Ag selalu mengadakan general medical check up bagi seluruh karyawan. Dari pemeriksaan tersebut didapatkan hasil bahwa kolesterol Tn. Ag melebihi batas ambangnya yaitu 296 mg/dL dan kadar LDL 145 mg/dl. Tn. Ag bekerja 5 hari dalam seminggu mulai pukul 08.00 – 17.00, tetapi terkadang pada hari libur pun Tn. Ag tetap bekerja untuk mengejar deadline program. Tn. Ag tidak pernh berolahraga dengan alasan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Akhir-akhir ini Tn. Ag merasa tidak enak badan dan salah satu saran dari dokter, Tn. Ag diminta datang ke ahli gizi untuk mendapatkan konsultasi gizi.

 

Dari hasil anamnesa gizi Tn. Ag sangat menyukai masakan padang. Hampir setiap hari Tn. Ag selalu makan nasi padang dengan lauk gulai otak. Semua buah Tn. Ag sukai akan tetapi ia jarang mengkonsumsi buah (4 kali seminggu). Setiap hari Tn. Ag mengkonsumsi kopi manis dan kental sebanyak 2 cangkir sehari serta merokok untuk membuatnya selalu terjaga dalam bekerja.

 

>> Tn. Ag tipe Dislipidemia Hiperkolesterolemia.

 

Hasil recall sehari Tn. Ag sebagai berikut :

Waktu makan Menu Berat E P L KH
Pagi

 

 

Kopi kental 15 53,6 0,2 0 13,5
Nasi goreng 200 500 7 34 40
Ayam goreng 55 182,6 14,4 12,7 2
Siang

 

 

Nasi 200 260 4,8 0,4 57,2
Gulai otak 60 91,4 6,1 7,2 0,2
Tempe goreng 50 168,5 9,5 11,9 8,5
Sayur nangka 50 33 0,6 1,8 4,3
Malam

 

Nasi 200 260 4,8 0,4 57,2
Sate kambing 100 268,9 24,9 18 0
Snack Kopi kental 15 53,6 0,2 0 13,5
Jumlah 1871,6 72,7 86,7 196,7

 

 

 

Identitas Klien

Nama               : Tn. Ag

Usia                 : 40 tahun

TB                   : 175 cm

BB                  : 85 kg

Keluhan          : merasa tidak enak badan.

 

Skrining Gizi

Nama               : Tn. Ag                                   BB       : 85 kg

JenisKelamin   : Laki-laki                                TB       : 175 cm

Umur               : 40 tahun                                TGL    : 03/10/2014

Resiko Ringan   Rsiko Sedang   Resiko Tinggi  
Berat badan turun 2,5-5 kg dalam 6 bulan terakhir Berat badan turun 5-7,5 kg dalam 6 bulan terakhir Berat badan turun > 7,5 kg dalam 6 bulan terakhir
RBW = 80 – 120 % X RBW = 70 -80 % atau 120 -130 %   RBW = < 70 % atau > 130 %
IMT = 20 – 25 kg/m2 X IMT = 17 – 18 atau 30 – 35 kg/m2   IMT = < 17 kg/m2 atau > 35 kg/m2
Mual/muntah ringan, diare Mual/muntah berkepanjangan, diare Malabsorbsi
Nafsu makan turun Tidak ada nafsu makan Mendapat makanan perantara dan/MLP
Gangguan mengunyah atau menelan Decubitus ringan dan terbuka lainnya Decubitus berat atau luka terbuka yang tak kunjung sembuh
Hipertensi   Gagal ginjal Menderita penyakit pankreas berat
Atheroskelosis, peningkatan profil lemak darah X Stadium awal penyakit kanker dan/ kemoterapi Kanker stadium lanjut dengan kekeksia
Menjalani operasi ringan Menjalani operasi berat Menjalani operasi saluran cerna
Anemia Diabetis tidak terkontrol Malnutrisi
Ulkus Gangguan saluran cerna, pendarahan saluran cerna Pasien di ICU luka bakar
Istirahat ditempat tidur Menderita penyakit jantung kongetiv Mengalami sepsis
Dehidrasi ringan Stroke Trauma multiple
Albumin 3,2 – 3,4 mg/dl   Albumin 2,8 – 3,1 mg/dl Albumin < 2,8 mb/dl
Total limphosit 1200 – 1500 sel/m3 Total limphosit 900 – 1200 sel/m3 Total limphosit < 900 sel/m3
Depresi ringan Depresi sedang Depresi berat
Demam ringan Lainnya Lainnya

Resiko Pasien  : pasien dikatakan beresiko ringan

Ahli Gizi         : Kristina Rahayu

 

 

Nutrition Assessment

Antropometri

 

–        Berat Badan = 85 kg

–        Tinggi Badan = 175 cm

–        BBI = 75 – 7,5 = 67,5 kg

–        IMT = 85 / (1,75)2m = 27,75 kg/m2 (gemuk tingkat berat)

* NCP, Adisty C. Anggraeni*

Biokimia –       Kolesterol = 296 mg/dL (tinggi) => Normal : < 200 mg/dl

–       LDL = 145 mg/dl (tinggi) => Normal : < 130 mg/dl

* NCP, Adisty C. Anggraeni*

Klinis/Fisik
Dietary History / Riwayat Makan Tn. Ag sangat menyukai masakan padang. Hampir setiap hari Tn. Ag selalu makan nasi padang dengan lauk gulai otak. Semua buah Tn. Ag sukai akan tetapi ia jarang mengkonsumsi buah (4 kali seminggu). Setiap hari Tn. Ag mengkonsumsi kopi manis dan kental sebanyak 2 cangkir sehari serta merokok untuk membuatnya selalu terjaga dalam bekerja.

 

Audit Gizi :

–       E      = (Defisit berat)

–       P      = (Defisit berat)

–       L      = (Di atas kebutuhan)

KH      = (Defisit berat)

*NCP, Adisty C. Anggraeni*

Aktivitas Fisik

 

Nutrition Diagnosa

  • Domain Intake

Kekurangan intake energi ( NI-1.4) yang disebabkan kurangnya pengetahuan Tn. Ag terhadap makanan dan zat gizi dibuktikan oleh energi sebesar (Defisit berat).

Kekurangan intake protein (NI-52.1) yang disebabkan kurangnya pengetahuan Tn. Ag yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi dibuktikan oleh protein sebesar (Defisit berat).

Kelebihan intake lemak (NI-51.2) yang disebabkan oleh kurangnya informasi atau pengetahuan Tn. Ag yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi seperti seringnya makan makanan berlemak dibuktikan oleh lemak yaitu (Di atas kebutuhan).

Kekurangan intake karbohidrat (NI-53.1) yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan Tn. Ag yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi dibuktikan oleh karbohidrat sebesar (Defisit berat).

  • Domain Klinis

Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi khusus (NC-2.2) disebabkan oleh gangguan fungsi lain akibat perubahan biokimia pada Tn. Ag dibuktikan oleh kadar Kolesterol = 296 mg/dL dan LDL = 145 mg/dl.

  • Domain Perilaku

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan makanan/zat gizi (NB-1.1) yang disebabkan oleh kurangnya informasi Tn. Ag yang dibuktikan dari pola makan Tn. Ag yang sangat menyukai masakan padang dan jarang mengkonsumsi buah. Setiap hari Tn. Ag mengkonsumsi kopi manis dan kental sebanyak 2 cangkir sehari serta merokok.

>>Kesimpulan

Klien disarankan untuk dapat merubah perilaku makannya dengan memperhatikan asupan makan sebelum mengkonsumsinya.

>>Prioritas Masalah

  1. Domain Intake
  2. Domain Perilaku
  3. Domain Klinis

 

Intervensi Gizi

  1. Tujuan Diet

Jangka Pendek            : Menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal, mengubah jenis dan asupan lemak dan menurunkan asupan kolesterol makanan.

Jangka Panjang           : Mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

  1. Jenis Diet : Diet Dislipidemia Tahap I

 

 

  1. Perhitungan Zat Gizi :

BBI                 = 75 – 7,5 = 67,5 kg

 

HBE                = 66 + (13,7 x 67,5 kg) + (5 x 175 cm) – (6,8 x 40 th)

= 1593,75

Keb. Energi     = HBE x Fak. Aktv x Fak. Stress

= 1593,75 x 1,3 x 1,3

= 2693,43 kkal                                    (± 5% = 2558,76 – 2828,1)

Protein             = = 134,67 gr                   (± 5% = 127,94 – 141,4)

 

Lemak             = = 59,85 gr                    (± 5% = 56,86 – 62,84)

 

KH                  = = 404,01 gr                   (± 5% = 383,81 – 424,21)

 

Keb. cairan      = 35 x BBA

= 35 x 85 kg = 2975 cc

 

RBW               =

= = 113,33%

  1. Prinsip Diet

Energi cukup

Protein cukup

Lemak sedang

Karbohidrat sedang

Serat tinggi

  1. Syarat Diet
  • Energi diberikan cukup, sebesar 2693,43 kkal disesuaikan dengan kebutuhan Tn. Ag menerimanya sebagai sumber energi yang menunjang aktivitas.
  • Protein diberikan cukup, sebesar 134,67 gram disesuaikan dengan kebutuhan Tn. Ag menerimanya untuk memelihara jaringan tubuh.
  • Lemak diberikan sedang, sebesar 59,85 gram disesuaikan dengan kebutuhan Tn. Ag menerimanya, diutamakan penggunaan lemak tak jenuh ganda; lemak jenuh dan kolesterol dibatasi.
  • Karbohidrat diberikan sedang, sebesar 404,01 gram disesuaikan dengan kebutuhan untuk menunjang aktivitas Tn. Ag sehari-hari.
  • Serat diberikan tinggi untuk membantu sistem pencernaan kadar kolesterol dan lemak dalam darah menurun.
  1. Rute : melalui mulut/oral.
  2. Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali makanan selingan.
  3. Bentuk makanan : makanan biasa
  4. Edukasi Gizi :
  • Topik : Asuhan Gizi pada Dislipidemia
  • Sasaran : Tn. Ag serta keluarga
  • Waktu : ± 30 menit
  • Peraga : Leaflet/foodmodel
  • Bentuk Edukasi : ceramah, tanya jawab, diskusi
  • Materi : Pengertian dislipidemia

Penyebab dan gejala dislipidemia

Terapi dislipidemia

Makanan/diet yang dianjurkan dan dihindari untuk penderita dislipidemia

Monitoring/Evaluation

  1. Asupan makan Tn. Ag

Makanan yang dikonsumsi Tn. Ag adalah makanan biasa. Sebaiknya Tn. Ag menghindari konsumsi tinggi kolesterol (telur, keju, kepiting, udang, kerang, cumi, susu, dan santan).

  1. Pola makan Tn. Ag

Pola makan yang dijalani Tn. Ag sesuai dengan kebutuhan gizi yang ditentukan.

  1. Nilai Biokimia

Melakukan kontrol atau pemeriksaan selama 4-6 minggu sekali agar dapat mencapai normal.

  1. Berat Badan

Melakukan penimbangan berat badan kurang lebih 1 bulan sekali untuk pemantauan penurunan/penaikan berat badan.

  1. Latihan/olahraga

Melakukan latihan/olahraga teratur minimal 1x sehari untuk usaha penurunan berat badan dan menjaga kesehatan/kebugaran jasmani

Telur Ayam Terkecil di Dunia, Tingginya Hanya 2,5 cm

Seorang lelaki asal West Virginia mengklaim telah menemukan telur ayam terkecil dunia. Besarnya tidak lebih besar dari uang logam satu sen.

Donnie Russell, nama lelaki tersebut, baru sebulan lalu menemukan telur ayam terkecil dunia itu di ladangnya. Panjangnya hanya sekitar 2,1 cm atau sedikit lebih besar dari uang logam satu sen. Sementara, beratnya hanya 3,46 gram.
  
“Ini benar-benar sesuatu. Jika Anda ingin mengetahui kebenarannya, aku tidak bisa menjelaskannya dalam kata-kata, ” kata Russell.

Russell mengatakan bahwa istrinya adalah seorang penyayang binatang. Sang istri mengumpulkan kucing, angsa, bebek, ayam dan jenis lainnya dari unggas selama bertahun-tahun.

Telur ayamnya biasanya disumbangkan untuk orang-orang dari Rock Creek Community Church di mana Russell adalah pendetanya.

‘’Kami pergi keluar dan mengumpulkan telur ini. Kami harus melakukannya sampai dua kali,’’ kata Russell. ‘’Kami berdua saling memandang dengan mulut terbuka selama sekitar lima menit sebelum kami mengeluarkan kata. Kami mengatakan ini harus menjadi catatan. ”

Departemen Pertanian telah mensertifikasi ukuran telur temuan Russell tersebut. Guinness World Records mencantumkan telur ayam terkecil berukuran 2,7 cm. Meskipun, seorang pria dari Inggris pada Mei lalu mengklaim memiliki telur dengan ukuran 2 milimeter lebih kecil.

Russell mengaku masih ragu-ragu untuk membuat aplikasi dengan Guinness. Dia berencana melestarikan telur yang diberi nama John Spencer Russell telur tersebut. Nama tersebut untuk menghormati dua cucunya yang bernama John Kenny Russell dan Russell Matius Spencer.

weeewww….

Palangkaraya Youth Day…

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

 

kebanyakan f0t0nya yaa?? hehee…

apa yg anda pikirkan stelah melihat f0t0-f0t0 ini??

inilah foto-foto dari acara palangkaraya youth day… yg gak ngerti artinya, artikan sendiri…

itu adalah suatu acara dii mana kita bisa bertemu anak-anak katolik seKeuskupan paray… hari yg penuh kenangan…

kenapa yaa banyak mukanya Tim IBK, (Ikatan Babu Katolik), hahahaa….

aku bkn orang yg pintar nulis, tapi blog ini jgn dii biarkan tak terjamah hanya karena tak ada tugas dari Sang Guru.. seperti janjiku, walau Sang Guru tak mengajarku lagi dii keLas 3, blog ini tetap akan ku urus…

yaaa, saudara-saudara yg membuka blog ini nikmatin foto-fotonya ajaa yaaa….

Wow, Komputer Masa Depan Ini Bisa Digulung dan Sangat Fleksibel…

Tampaknya di masa mendatang kemajuan teknologi di bidang komputasi bakal membuat kita tercengang. Saat ini telah ditemukan sebuah teknologi dengan Sistem Kabel Terintegrasi, yang dapat menampilkan manipulasi layar komputer dengan sangat menakjubkan.

Kita bisa menentukan ukuran dan bentuk layar semau kita, kapan pun dan di mana pun. Mau lihat film dalam layar kecil atau saat hendak presentasi yang membutuhkan layar lebar, kita tinggal menyesuaikan panjang kabel dengan menyambungkannya, lalu membentuknya sesuai keinginan kita.

Teknologi ini dimungkinkan karena penggunaan beberapa lampu LED yang saling silang dan overlap sedemikian rupa sehingga mampu menampilkan image layaknya layar komputer biasa.

Interface (antarmuka) pada layar komputer ini dibuat menggunakan suatu susunan laser LED yang diletakkan di dalam komputer, serta kamera yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa mendeteksi posisi jari pengguna. Jadi cara mengoperasikan komputer ini persis seperti touchscreen.

     

Teknologi yang didisain oleh Raphael Lang, Yu-lin Hou and Stephen Chan ini berhasil menyabet posisi runner-up Fujitsu Design Award 2011.

Untuk menampilkan layar dalam skala besar tinggal menyambung cord-nya, bisa dibentuk menjadi berbagai macam display, bisa menjadi multimonitor, bisa digunakan untuk scanning barcode, dan bahkan bisa digunakan untuk scanning benda tiga dimensi sehingga langsung menghasilkan model 3D.

Lanjutan Liputan Part 3

come back… ^^

liputan dii lanjutkan lagi tgl 22 mei 2010.. kali ini saya gak sama-sama keluarga.. tapi bareng anggita dan aprilia..

karena udah cukup “bosan” keliling terus.. fotonya gak cukup banyak.. yaaa gak kaya kemaren lah..

  

cuma segini nih foto yang dii dapat, keasikan makan-makan… hohohooo ^0^

nah, sekian liputan saya saudara-saudara.. semoga besok ada lagi.. *amuuunnn

kalau gak ada, yaaa sekian deh.. heheee… byeee…^^

Lanjutan Liputan Part 2

kembali lagi buat nulis tentang Festival Budaya Isen Mulang… pada tanggal 21 mei 2010..

kali ini saya memasuki satu-persatu stand yang ada.. gila! cukup panas dii sana, saudara-saudara… karena penuh dengan manusia.. kalau penuh dengan sapii, saudara-saudara akan bingung, yang mana saya atau yang mana sapinya… ^0^

ada dari barito utara..

ada gunung mas.. dengan tambahan muka adik saya… ^^

ada kotawaringin timur…

ada kapuass…

ada murung raya…

ada pulang pisau…

dan seruyan…

nah, inilah foto-foto dari saya..

berhubung suasana dii sana makin memanas, saudara-saudara.. saya memutuskan untuk menghentikan foto-memotonya.. ( gak sanggup ^0^ )…

sudah dulu yaa, tunggu lanjutannya…

Malam Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang

Pada tanggal 19 Mei 2010, di Palangka Raya, tepatnya di Gedung Tambun Bungai dii adakan sebuah keramaian yang udah gak asing lagi..

udah pada tau kan sama Kalteng EXPO, atau ada yang bilang Festival Budaya Isen Mulang.. Kalteng Expo ini tiap tahunnya dii ikutin sama 14 kabupaten.. Yaitu : Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Katingan, Pulang Pisau, Sukamara, Murung Raya, Seruyan, dan Kota Palangka Raya tercinta..

sayangnya gak sempat ngefoto smua…

heheee….

tapi tenang ajaa masih berlanjut kok… ^^

Tugas Meliput Kelulusan

Tugas meliput ini, dilakukan oleh Kristina Rahayu (saya), Aprilia Retnaning, dan Anggita Jayanti..

     

Pada tgl 16 mei 2010 pukul 09.30 wib, di SMAN 2 Palanka Raya diadakan pengumuman untuk nasib siswa-siswi kelas 3.. Di awali dengan fot0 bareng guru2, membuat suasana SMAN 2 cukup ricuh..

Beberapa saat kemudian, amplop pun di bagikan.. Tak lama, kakak-kakak kelas yang berbahagia meluapkan kebahagiaannya dengan acara “semprot menyemprot”…

Yang bikin bahagia, SMAN 2 mengalami kelulusan dengan angka 100%

Pada saat yang bersamaan, seluruh siswa-siswi  sma/smk kota Palangka Raya merasakn hal yang sama.. sekolah-sekolah yang kami kunjungi antara lain SMAN-4, SMAN 1, SMKN 1…

Setelah mengetahui bahwa dirinya lulus, beberapa siswa-siswi melakukan konvoi.. Saat melakukan konvoi, beberapa rombongan ada yang “terkena” razia polisi..

Selamat buat kakak-kakak kelas 3 yang udah lulus yaaa… Terus gapai cita-citamu, dan teruskan perjuanganmu di perguruan tinggi.. Untuk kakak-kakak yang belum lulus, terus berjuang, jangan patah semangat..

Sekian berita liputan dari saya hari ini.. Jika ada kritik dan saran, silahkan tulis di tempat komentar yang tersedia…

^.^ see yuuu….

Meledaknya Pertumbuhan Ulat Bulu Di Pulau Jawa

Pertumbuhan ulat bulu begitu cepat dari biasanya,hingga dapat menganggu kehidupan manusia khususnya bagi para petani dan penjual makanan yang khawatir dihinggapi ulat bulu. Perubahan iklim dan temperatur lingkungan merupakan hal yang paling berpengaruh. Karena temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat. Berkurangnya musuh alami ulat bulu seperti burung, parasitoid, dan predator akan berdampak pertumbuhan yang tidak terkendali. Diduga bahwa jumlah kedua makhluk hidup ini berkurang karena berbagai sebab; mungkin karena banyak diburu manusia. Di Kabupaten Probolinggo,ulat bulu tidak hanya menyerang daun mangga melainkan juga masuk kedalam rumah penduduk. Hujan menyebabkan musuh alami ulat bulu Braconid dan Apanteles tidak mampu bertahan hidup. Tidak ada kontrol populasi sehingga jumlah ulat bulu semakin banyak dan berkembang biak dengan cepat. Perubahan suhu dan kelembaban udara bisa saja mengakibatkan pemangsa alami ulat bulu berkurang, sebaliknya ulat bulunya meningkat.

Ulat bulu menyukai pohon mangga terutama mangga Manalagi daripada mangga yang lain.Ulat bulu tidak dapat menjadi kupu-kupu tetapi hanya dapat menjadi ngengat.Ulat bulu juga mampu memproduksi telur mencapai 70-300 butir per ulat.Jika tidak ada pengendalian hama maka akan semakin merugikan. Terdapat dua spesies ulat bulu yang menyerang daun mangga di Probolinggo, yakni arctornis sp dan Lymantria atemeles Collenette. Ulat bulu itu bersifat nokturnal, yakni ulat yang aktif pada malam.

Kerugian akibat ledakan ulat bulu di sebagian Pulau Jawa seperti disebutkan di atas, secara finansial,memang tidak besar. Gerombolan ulat bulu pun mudah dimusnahkan dengan jalan menyemprotkan pestisida. Jikapun ada kerugian karena buah mangga dan kedondong di Jawa Timur rusak akibat serangan ulat bulu, nilai ekonomnya juga kecil sehingga tak sampai mengguncangkan ekonomi nasional.

Perubahan iklim juga dipandang sebagai salah satu pemicu pertumbuhan drastis ulat bulu. Curah hujan yang terlampau tinggi, misalnya, tidak terlalu berpengaruh terhadap ulat bulu, tapi hal itu justru menjadi faktor penghambat perkembangan spesies pemangsanya.

cara terbaik untuk mengatasi peningkatan populasi ulat bulu adalah melalui pengendalian alami, yakni tersedianya jumlah pemangsa dalam jumlah yang seimbang. Tapi kalau meningkat drastis seperti saat ini, ya kita pakai cara darurat yaitu penyemprotan insektisida, seperti pestisida.

Apakah efek nitrogen yang dialami seorang penyelam?

Saat kita menyelam, akibat terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang kita hirup lebih banyak dari biasanya. Seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positif bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Maka akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi menyelam dan kedalaman penyelaman. Dengan kata lain, semakin dalam kita menyelam, semakin lama kita menyelam, maka akumulasi nitrogen didalam tubuh penyelam akan semakin banyak.

Tubuh manusia adalah obat yang paling manjur bagi dirinya sendiri, tubuh kita memiliki kemampuan menetralisir zat beracun dengan sendirinya. Begitu pula saat tubuh kita mengalami kelebihan nitrogen dalam jumlah yang wajar, tubuh kita bisa me-netralisir dengan sendirinya dalam waktu yang relatif singkat melalui proses respirasi (pernafasan). Sepanjang kita tidak menyelam terlalu lama dan tidak terlalu dalam, serta naik perlahan-lahan sehabis menyelam, maka nitrogen tersebut bukan menjadi masalah.

Masalah terjadi, bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini akan sama kondisinya dengan botol bir yang kita kocok lalu kita buka tutupnya. Nitrogen yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraf tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.

Hukum Fisika yang paling mendasari teori dekompresi adalah Hukum Hendry, dimana hukum tersebut menyebutkan bahwa pada sebuah bejana yang berisi air dan udara, bila tekanan udara ditingkatkan maka akan terjadi pelarutan udara kedalam zat cair tersebut proporsi seiring dengan peningkatan tekanan udara. Saat tekanan dalam bejana tersebut sudah cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara. Lain halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih (boiling water).

Teori lainnya yang mendukung teori dekompresi adalah Hukum Boyle, yang menyebutkan bahwa semakin tinggi tekanan udara, maka kepadatan molekul udara akan semakin padat pada volume yang sama. Contoh, jika dipermukaan air kita ada sebuah balon yang berukuran 1 Liter berisi satu juta molekul gas, maka pada kedalaman 30 meter, 1 Liter balon gas tersebut akan akan berisi 4 juta molekul gas. Hal ini berarti bahwa semakin dalam kita menyelam maka kita menghirup lebih banyak molekul gas ketimbang saat kita tidak menyelam.

Gejala-gejala dekompresi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu type pain only yang relatif lebih ringan biasanya menimbulkan rasa sakit di persendian, sakit kepala, gatal-gatal di kulit. Dekempresi yang lebih parah biasanya terjadi jika kita melanggar berat aturan durasi dan kedalaman menyelam atau naik ke permukaan dengan cepat. Dekompresi type 2 ini gejalanya bisa lebih serius meliputi kelumpuhan, kehilangan kesadaran (pingsan), mati rasa, bahkan kematian.

Mengkonsumsi alkohol, keletihan, faktor obesitas, usia, dll. dapat juga meningkatkan resiko dekompresi, namun selama aturan penyelaman pokok yang meliputi naik perlahan-lahan, batas-batas kedalaman, dan batas durasi penyelaman tidak kita langgar, maka kecil sekali kemungkinan menderita dekompresi type 2.

Gejala-gejala Dekompresi biasanya timbul sesaat setelah menyelam atau tertunda sampai maksimal 48 jam. Gejala dekompresi tidak mungkin terjadi setelah melewati 48 jam setelah diving atau setelah naik pesawat, karena dalam waktu sekian lama tubuh sudah menetralisir akumulasi nitrogen akibat menyelam. Dekompresi bukan penyakit menular, dekompresi bukan penyakit menahun, dan teori ini tidak akan pernah berubah.

Nitrogen didalam tubuh kita sehabis menyelam secara umum akan dinetralisir secara sempurna dalam waktu 12 – 24 jam tergantung profil menyelam kita. Bila didalam tubuh kita masih ada akumulasi nitrogen, lalu kita naik pesawat terbang, maka dekompresi masih bisa terjadi akibat perbedaan tekanan udara di permukaan laut dan di ketinggian jelajah pesawat terbang. Oleh sebab itu tunggulah sedikitnya 18 jam sehabis menyelam sebelum naik pesawat terbang.

Pada penyelaman normal, Secara umum akumulasi nitrogen sudah dinetralisir secara sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam sehabis menyelam. Keadaan tertentu mungkin membutuhkan waktu sampai 48 jam. Jika anda sudah naik pesawat setelah menyelam dan tidak mengalami apa-apa, berarti tubuh anda sudah bebas nitrogen. Anda tidak mungkin mengalami dekompresi lebih dari 48 jam setelah anda turun dari pesawat setelah trip menyelam. Perlu diketahui bahwa, banyak sekali kondisi medis lain yang mirip dengan gejala dekompresi, gunakan logika dalam meng-identifikasi kelainan medis, jika perlu berkonsultasilah dengan ahli medis.

Dekompresi dapat dihindari dengan selalu menaati standard prosedur yang tertuang pada Recreational Dive Planner (RDP) atau dive computer, anda akan mempelajari hal tersebut pada training selam anda. Naik ke permukaan secara perlahan-lahan sehabis menyelam dengan kecepatan 18 meter dalam 1 menit. Semua bahaya Scuba diving dapat dihindari hanya dengan hal yang sangat mudah.

Jika dekompresi tidak dapat dihindari dan terjadi pada penyelam, berilah oksigen murni (100%) pada penyelam yang menunjukan gejala dekompresi sehabis menyelam, hubungi Rumah Sakit yang memiliki fasilitas Hyperbarik (Recompression Chamber). Segera evakuasi korban ke fasilitas hyperbarik terdekat. Gejala-gejala Dekompresi tidak akan membaik sampai si korban mendapatkan terapi hiperbarik.

Didalam Recompression chamber (Hyperbarik), si pasien akan dimasukan kedalam tabung besar, dimana tekanan udara akan ditingkatkan kembali seperti sewaktu kita menyelam. Dengan demikian buih-buih nitrogen yang menyumbat didalam aliran darah akan kembali melarut didalam darah, dan di netralisir secara alamiah oleh tubuh melalui proses pernafasan.